ART of PLC by Rengga

My Life with PLC

Mesin Penggulung Pita Printer

Awalnya terdapat gulungan besar pita yang sudah diproses (sudah mengandung tinta), dan ingin dipotong sesuai keinginan (5-20meter) untuk dikemas. Dipakai PLC CPM2B tipe transistor karena murah dan akurat. Tombol start ditekan akan memutar motor penarik pita dari gulungan. Roll yang sudah dipasang Rotary encoder juga akan berputar. Output encoder masuk ke Omron COunter (H7cx), dan akan menampilkan panjang yang sudah dicapai. Ketika Set Value (panjang yang diinginkan) tercapai, motor akan berhenti (brake), dan Pita dengan panjang yang kita inginkan sudah kita dapatkan. Begitu seterusnya. Satu lagi sistem yang sederhana.

Iklan

Mei 4, 2007 Posted by | My Project | 8 Komentar

Omron CPM1A

Merupakan mini PLC yang berbasis C-series

Mei 3, 2007 Posted by | My PLC | 50 Komentar

Mesin Penimbang Makroni Otomatis (Mie Kodok)

Proyek ini timbul ketika produksi makroni meningkat dan sangat dibutuhkan penge-pack-an dalam waktu yang singkat. Sebelumnya penimbangan 1kg dilakukan oleh manusia dengan memakai timbangan pasar dan ini sangat memakan banyak waktu. Padahal diujung pojok ruangan terdapat mesin yang harusnya menjalankan fungsinya untuk menakar makroni 1kg, tetapi mesin ini mengalami kerusakan yang setelah saya lihat ada kerusakan dalam otak mesin ini yaitu PLC Mitsubishi Fx-series dimana sistem eror dan hampir semua kontak output telah mengalami Short. Setelah disetujui untuk menggantikannya dengan CPM2A, maka ditelusuri apa yang membuat PLC sebelumnya rusak. Ternyata didapatkan adanya Contact (short) pada common output. Diketahui tidak semua output ber-common 24V DC, tetapi ada beberapa yang ternyata untuk menghidupkan lampu yang mempunyai common 220v AC. Kontak antar common ini yang merusak PLC. Saya berasumsi kalau mesin ini pernah dibuat sarang tikus karena dimana-mana ada kupasan kabel bekas gigitan yang menjadi penyebab adanya kontak tersebut.
Proses Kerja mesin ini sangat sederhana. Ketika tombol distart motor konveyor dan motor vibrator akan ON yang menyebabkan makroni akan bergerak masuk ke tempat (semacam baskom). Baskom yang berada diatas Load Cell. Load Cell ini memberi sinyal outputan ke OMRON Display meter (K3HB-W) yang sudah di tera atau di-teaching. Ketika display pada K3HB akan mendekati 1kg (800-900gram), motor menjadi low speed yang bertujuan akan didapatkan keakuratan penimbangan. Ketika display menunjukkan 1kg maka motor conveyor & Vibrator akan berhenti. Setelah berhenti, motor penuang baskom akan berputar satu putaran untuk menuang makroni ke dalam plastik. Begitu proses seterusnya. Memang sangat sederhana.

Mei 3, 2007 Posted by | My Project | 8 Komentar

Mesin Potong Plastik (Djarum)

              Proyek kali ini benar-benar murni mendesain system dari nol. Baik itu sistem mekanik maupun sistem kontrolnya. Prinsip kerjanya memotong Plastik bungkus rokok Djarum Coklat sesuai dengan yang diinginkan. Awalnya Djarum mencetak bungkus rokok yang plastik dalam bentuk gulungan (seperti gulungan tisu tetapi berdiameter besar), sehingga setiap bungkus rokok masih nyambung secara rentengan. Disini dibutuhkan pemotongan yang persisi karena tiap batas bungkus rokok sudah ditetapkan tanda (mark) untuk batas potongan, dimana toleransi pemotongan tidak boleh melenceng dari tanda ini (+-2mm).
                  Alat pemotong plastik yang berdasarkan panjang tidak akan mampu memotong seakurat ini. Apalagi dibutuhkan kecepatan potong 2potong/detik. Berdasarkan ini semua lalu ditawarkan sistem yang mampu melakukan ini. Saya memakai PLC CPM2B CDT (Transistor Output). Prinsip sederhananya, Mark Sensor akan ON ketika membaca tanda (mark) yang harus dipotong. Sinyal On dari sensor ini akan memerintahkan Motor penarik plastik berhenti(Brake). Bersamaan dengan itu, sebuah Pneumatik (penggerak pisau) akan turun dan memotong plastik tepat di tanda mark yang ada. Begitu Pneumatik naik, akan mengisaratkan Motor penarik plastik untuk berputar lagi. Sensor pun membaca mark lagi dan berhenti lagi…begitu seterusnya. Kelihatannya sederhana, tetapi tidak semudah yang dibayangkan, karena ketidak stabilan akan ada. Dengan penyempurnaan mekanik mesin, maka proyek ini bisa benar-benar selesai dalam waktu +-3bulan (Produksi 30 mesin).
Disini CPM2B diuji keakuratan cycle timenya. dan memang sampai sekarang (berjalan 2thn) CPM2B ini masih kokoh menjalankan tugasnya.

Mei 3, 2007 Posted by | My Project | 15 Komentar