ART of PLC by Rengga

My Life with PLC

Mesin Penimbang Makroni Otomatis (Mie Kodok)

Proyek ini timbul ketika produksi makroni meningkat dan sangat dibutuhkan penge-pack-an dalam waktu yang singkat. Sebelumnya penimbangan 1kg dilakukan oleh manusia dengan memakai timbangan pasar dan ini sangat memakan banyak waktu. Padahal diujung pojok ruangan terdapat mesin yang harusnya menjalankan fungsinya untuk menakar makroni 1kg, tetapi mesin ini mengalami kerusakan yang setelah saya lihat ada kerusakan dalam otak mesin ini yaitu PLC Mitsubishi Fx-series dimana sistem eror dan hampir semua kontak output telah mengalami Short. Setelah disetujui untuk menggantikannya dengan CPM2A, maka ditelusuri apa yang membuat PLC sebelumnya rusak. Ternyata didapatkan adanya Contact (short) pada common output. Diketahui tidak semua output ber-common 24V DC, tetapi ada beberapa yang ternyata untuk menghidupkan lampu yang mempunyai common 220v AC. Kontak antar common ini yang merusak PLC. Saya berasumsi kalau mesin ini pernah dibuat sarang tikus karena dimana-mana ada kupasan kabel bekas gigitan yang menjadi penyebab adanya kontak tersebut.
Proses Kerja mesin ini sangat sederhana. Ketika tombol distart motor konveyor dan motor vibrator akan ON yang menyebabkan makroni akan bergerak masuk ke tempat (semacam baskom). Baskom yang berada diatas Load Cell. Load Cell ini memberi sinyal outputan ke OMRON Display meter (K3HB-W) yang sudah di tera atau di-teaching. Ketika display pada K3HB akan mendekati 1kg (800-900gram), motor menjadi low speed yang bertujuan akan didapatkan keakuratan penimbangan. Ketika display menunjukkan 1kg maka motor conveyor & Vibrator akan berhenti. Setelah berhenti, motor penuang baskom akan berputar satu putaran untuk menuang makroni ke dalam plastik. Begitu proses seterusnya. Memang sangat sederhana.

Mei 3, 2007 - Posted by | My Project

8 Komentar »

  1. bos ad gambar sistem alat timbangan? maksudnya sistem mekanisnya plus sensor apa yang di pakai. saya sekarang baru buat project ttg timbangan digital and ada masalah saat memasing rangkaian pada timbangan yaitu karena berbasis pegas jd skala sebenarnya akan loncat2 apabila timbangan di geser. saat ini tg saya pakai adalah timbangan yang berbasis pegas and pembacaannya menggunakan optocoupler…..thank atas artikelnya….. wasalam

    Komentar oleh ilham | Juni 12, 2007

  2. mas, aku anak elektro uksw angkatan 2001, bs minta topik skripsi PLC ga? aku pengen bikin pake omron CPM 1A, please donk mas, kalo ada topik, mohon bantuanya
    VIVA SANDAL JEPIT !!!!!!!
    thanks before
    GBU

    Komentar oleh andre | September 4, 2007

  3. Mas, situs-nya kok ga di-update

    Komentar oleh kartiko | Oktober 19, 2007

  4. Mas, tolong dijelasin detail sekalian gambar alatnya. Saya masih pemula, jadi biar ada gambaran yang jelas gitu. Thank’s

    Komentar oleh Koko | November 19, 2007

  5. Wahhh….kakak pinter bgt yach! q jg nak elektro lo!!!tp msh klas 11 bentar lagi mow magang ne kaK! o iya kak + lagi projectnya… biar lbh kumplith!
    nak SMG IPT Karang Panas!
    Thax b4!!!!
    peace🙂

    Komentar oleh YoRDa | Februari 1, 2008

  6. Saya akan mulai banyak menulis kisah saya dengan PLC mulai bulan Juni ini…jadi ditunggu yaa…:)

    Komentar oleh rengga | Juni 2, 2008

  7. Wah,wah,wah….bar etuk bayaran!!!!!!!
    Lumayan……….

    Komentar oleh Endro | Juli 1, 2008

  8. Pembuatan trainer kit PLC, kabel PLC & informasi automasi datang aja ke http://www.x-one-automation.blogspot.com

    Komentar oleh ikwan irwanto m | Agustus 17, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: